Jepang Berikan Hibah Untuk Proyek Mitigasi Kemacetan
Pemerintah Jepang melalui Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki memberikan dana hibah sejumlah US$ 99.904 kepada lembaga swasta Indonesia Urban and Regional Development Institute untuk mendanai proyek mitigasi (penanganan) kemacetan di Provinsi DKI Jakarta.
"Semoga proyek ini dapat membantu masyarakat Jakarta yang menghadapi kemacetan parah setiap harinya," ujar Yasuaki Tanizaki dalam acara penandatanganan proyek bantuan hibah tersebut di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Jumat (16/1).
Selain Pemerintah Jepang, hibah juga hasil partisipasi perusahaan otomotif Jepang yang tergabung dalam Jakarta Japan Club (JJC).
Tanizaki menyampaikan pemberian hibah ini merupakan representasi hubungan baik antara Jepang dan Indonesia yang sudah terjalin sejak lama.
Sementara Direktur Manajemen Urban and Regional Development Institute Wahyu Mulyana, sebagai pihak pelaksana proyek mengapresiasi bantuan pemerintah Jepang dan JJC untuk proyek penanganan kemacetan di Jakarta ini.
"Sebuah kehormatan bagi kami. Jakarta sedang krisis kemacetan dan kami akan berusaha agar proyek ini bisa berdampak baik bagi masyarakat," ujar Wahyu.
Proyek yang didanai Jepang ini dinamakan "Mitigasi Kemacetan dan Kemerosotan Lingkungan Jabodetabek (Persimpangan Gelora)" melalui program Bantuan Hibah "Grassroots" untuk Keamanan Manusia.
Pekerjaan ini meliputi perbaikan jalur kendaraan, lampu, dan rambu-rambu lalu lintas di persimpangan Gelora, Jakarta Pusat. Program ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta khususnya kawasan persimpangan Gelora, sehingga lingkungan dan kesehatan masyarakat akan lebih baik.
Proyek "Mitigasi Kemacetan dan Kemerosotan Lingkungan Jabodetabek (Persimpangan Gelora)" milik Urban and Regional Development Institute terpilih untuk mendapatkan hibah setelah proposal yang diajukan lolos seleksi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.


